Membuat postingan sebagai ‘Sticky Post’

18 Maret 2014

Haaaa……kembali ke laptop…
Secara tubuh serasa lebih bugar karena siraman hujan kemarin.
Wangi tanah basah yang khas
Bikin gak lagi takut untuk narik nafas panjang
Terima kasih Ya Allah….

Wokeh, ada yang mo di-share hari ini
Pengalaman pribadi,hehehe…tapi bukan curhat kok
Tenang ya….

Ini mo buat cara untuk buat sticky post di blogspot.
Kenapa blogspot ?
Yaaa…karena blog diriku yg atunya make templatenya blogspot bukan yang lain…
Lagian kalo yang wordpress udah ada menu khusus buat men-sticky-kan postingan kita
Udah tau belom?
Itu loh,kalo pas ngetik new post lihat ke arah kananmu,
ada ‘Visibility’ yang bisa di edit
Dengan satu klik di ‘stick this post to the front page’, jadi deh…

Tapi, gak begitu dengan blogspot.
Nah, karena di blogspot gak ada menu yang begitu,
Maka kita manipulasi aja biar bisa jadi sticky post….hehehe

Sebelumnya,harus tau dulu sticky post itu apa
Biar gak asal pake…
Bahasanya aku gini, pokoknya kalo dirimu mau salah satu postinganmu ‘nempel’ terus di bagian paling atas dari postingan-postingan yang lain, termasuk postingan yang kamu buat sesudahnya,
nah pada saat itulah kamu bisa pake si menu ‘sticky post’ ini.
Gitu….

Kemarin kebetulan ikutan GA dari salah satu blog,
terus aku ngasih link ke blogku, tapi tidak langsung menuju ke postingannya.
Mau diubah lagi, ntar gak kebaca takutnya ma yg punya GA
Nah loh….trus aku mikir…
masak supaya si empunya GA bisa langsung dapet postinganku tentang GA itu
aku harus gak membuat posting apapun, supaya postingan itu terus ada di urutan teratas?
Iya kalo deadline dan pengumumannya tinggal 2-3 hari
Kalo mingguan…….bisa penuh kepala karena gak ada yg bisa di curhatin….hahaha

Okeh….kita mulai ya, ….

1. Masuk dulu ke menu Edit dari postingan yg mau di ‘sticky post’

2. Coba lihat di sebelah kanan ada menu ‘Published On’,nah klik di situ.

gbr1

3. Akan muncul seperti ini:

gbr2

4. Pilih Set date and time. Lalu pilih tanggalnya.Tanggal ini akan menentukan sampai berapa lama postingan tersebut menjadi ‘sticky post’. Misalnya, karena saya mengikuti GA yang DL-nya sampai tanggal 25 Maret 2014,maka saya memilih tanggal 25 Maret. Artinya,mulai dari hari dimana postingan saya post-kan hingga tanggal 25 Maret,maka si postingan itu akan tetap berada paling depan/atas dari postingan yang lain. Sekalipun saya membuat postingan baru,sebelum tanggal 25 Maret.Ini penampakannya si ‘stick post’ :

gbr3

Kekurangan dari cara ini adalah bahwa tanggal yang ditampilkan di blog, adalah tanggal berakhirnya ‘sticky post’, 25 Maret itu tadi.Sementara kalo di Wordrpess tanggalnya bisa tetep tanggal kita posting.

gbr4

Begitu deh.Belom tau cara lain.
Atau ada yang punya cara lain,share dunk….:-)

So…sesi ini berakhir di sini..
Semoga bermanfaat.

Rumbai,negeri berkabut….tuapiii suenengg…..

My First GA…

11 Maret 2014

Ahay….dari blogwalking kemarin, ketemu blognya Mak Ida Nur Laila.
Ada GA Wonderful Wife.
Iseng-iseng berhadiah, sekaligus belajar nulis dah.
Tulisan aku buat di sini.

Juga ada sedikit cerita tentang nulis di blog.
Curhat lebih tepatnya.
Tulisannya aku posting di sini.

Berwarnalah HARI,
MEnghilanglah ASAP,
Rumbai, ini negeri yg masih saja terus berawan, apalagi Gubri bilang pasrah,
Alamakkkkk…..

Maret yang Meng-inspirasi….

” Papi (bapak mertua) pernah bilang, cita-citanya dari muda, tidak ingin menyusahkan anak-anak di masa tua nanti. Alhamdulillah, doa dan kerja keras beliau dijawab Allah :)

Kalimat di atas saya kutip dari sebuah postingan Jihan Davincka.
Entah kenapa, tiba-tiba saja hidung dan mata serasa panas.
Teringat orang tua (papa saya) dan saya sendiri.
Menginspirasi saya untuk menulis postingan ini.
Meski jangan kaget kalau isinya bisa merembet kemana-mana
Karena begitulah saya, satu yang di trigger, yang saya pikirkan menjadi banyak hal…

Bagi saya,Papa saya,di masa tuanya sekarang,
Tak pernah menyusahkan saya,
Justru terus berusaha untuk membantu anak-anaknya (Malu…)
Sesusah apapun, tak ingin menyusahkan.
Prinsip hidup orang tuanya (Kakek dan Nenek) yang mati-matian sampai detik ini diamalkannya
Banyak hal luar biasa yang diajarkannya pada kami anak-anaknya,terutama saya sendiri
Sejak SMA, karena perjalanan hidup yang dialami,
Papa suka bercerita banyak tentang keluarga,tentang rumah tangga
Hal yang dulu tentu saja serasa masih asing bagi saya
Namun,banyak hal tersebut justru tak pernah pudar dari memori saya hingga sekarang.

Begitu pun tinggal dengan Nenek dan Kakek
Saya merasa banyak hal yang saya dapat dengan berada dekat dengan orang tua2 ini
Sesuatu, yang tak pernah saya pungkiri sedikitpun, adalah bagian dari hidup yang
sangat saya syukuri,bahkan ingin saya ulang seandainya saja bisa.
Dari dulu, saya termasuk betah mendengarkan….
meskipun itu adalah sebuah nasehat yang panjang bahkan diulang-ulang terus menerus
Meski kadang merasa bosan, tapi saya berusaha menghargai
dengan tidak pernah menunjukkan rasa itu
Terutama pada Om saya, adik dari Papa, yang gak pernah bosen ‘nyeramahin’ saya
Sesuatu yang dulu,rasanya bikin puyeng karena blom ‘ngeh’
Namun, sekali lagi, sekarang sangat saya syukuri.

Sekarang, saat lebih dewasa,sudah berkeluarga,
punya anak 2, saya cuma bisa mengenang dan manggut2 jika terkenang semuanya.
Betapa jiwa muda sangat sulit menerima nasehat
Namun sungguh,apa yang disampaikan itu adalah sesuatu yang ‘berharga’
Ya….bukankah mereka bercerita atas dasar pengalaman hidup yang sudah mereka alami?
Asam garam hidup sudah lebih dulu mereka rasakan
Setiap kali mengingat hal ini, doa saya,semoga Allah SWT memberikan jalan dan ridhonya
pada anak-anak saya kelak, untuk bertemu banyak orang yang akan mampu memberikan
pencerahan dalam hidupnya,
Untuk bisa menjadikan mereka manusia yang lebih baik. Amiin.

Berbagi, tentang diri,bukan hal mudah
Kadang kala ada hal-hal yang akhirnya membuat orang menilai diri kita berbeda
Dan seringkali, hal tersebutlah yang membuat kita urung untuk sharing dengan orang lain.
Saya ingat,saat saya pernah memberikan tugas pada salah satu mata kuliah umum.
Saya meminta mahasiswa untuk menyatakan hal-hal yang ingin diperbaikinya dari diri sendiri
dan mengapa hal itu.
Dari lebih 100-an mahasiswa dari berbagai program studi dan angkatan,
ada satu anak yang memilih untuk tidak mengatakan secara terbuka
hal apa yang ingin diubahnya dari dirinya,
atas dasar bahwa tidak semua orang harus mengetahuinya dan belum tentu nanti
orang lain bisa memberikannya solusi.

Tentu saja, secara pribadi, saya sangat menghargai apa yang dilakukannya
Tidak semua orang memang bisa terbuka seperti yang lain
Dan mungkin, sesuatu yang ingin dirubah itu begitu privacy
sehingga memang tak layak diketahui orang ramai.
Kalau urusan yang begitu, saya setuju dengannya :-)

Kembali ke masalah sharing, bukan ilmu teknik tapi ilmu yang didapat
di Universitas kehidupan,
Saya adalah termasuk orang yang senang membaca biografi orang lain
Bukan hanya orang-orang sukses, tapi juga yang menjalani hidupnya
bukan dengan kesuksesan melainkan perjuangan hidup yang getir.
Saya melihat,mendengar dan merasakan, bahwa bukan hanya saya,
banyak orang lain yang terinspirasi,dan belajar ‘sesuatu’ dari pengalaman
dan cerita-cerita kehidupan mereka.
Tentu bukan hanya Buku, tapi di acara semisal’Kick Andy’

Dari situ,saya pikir, itu adalah salah satu makna berbagi sesungguhnya.
Pernah tau dan dengar pasti, ada orang-orang yang dulunya sering SAKAW
lalu berubah dengan jalan dan cara yang panjang,
atau
orang yang terkena AIDS lalu sharing tentang dirinya?
Tentu pengalaman dan kenangan kelam begitu sulit untuk dibagi
dengan orang lain,yang sangat mungkin akan menyebabkan pandangan dan penilaian
orang lain terhadap mereka menjadi buruk.
Tapi, bagaimana jika tidak ada yang ingin berbagi?
Bagaimana jika semua orang menganggap hal-hal demikian tabu untuk dibagi?
Lalu dari mana orang lain bisa belajar,
bahwa, ada saat dimana kita jatuh, kadang bukan hanya 1 kali, namun berkali-kali
Tapi,selalu ada rahmat Tuhan bagi yang ingin menjadi lebih baik dengan niat yang kuat.
Dari mana kita tau, jalan-jalan apa saja yang sudah mereka lalui
untuk bisa berjuang melawan kepahitan hidupnya,
sehingga bisa kita petik hikmahnya.
Kalau kita melihat betapa ‘menderita’nya mereka, tentu kita tak ingin
terjerumus pada jurang yang sama.

Itu hanya contoh saja…
Banyak hal yg bisa di bagi,
dan tentu saja hal-hal positif yang kita dapati sepanjang perjalanan hidup kita.

Ada pertanyaan menarik pada saat saya mengajar pada mata kuliah umum (lagi)
tapi pada tahun berbeda.Seingat saya tahun 2013 lalu.
Seorang mahasiswi bertanya kurang lebih begini :

” Bu, biasanya,kalau orang sudah dari kecil hidup susah,dan perjuangannya berat,
maka dia akan punya motivasi besar untuk memperbaiki hidupnya, memanage waktu dan dirinya lebih baik
agar tidak lagi hidup susah. Tapi bagaimana orang yang selama hidupnya aman-aman saja.Semua sudah terpenuhi,
yang begini kan sulit bu untuk punya motivasi kuat untuk lebih baik. Karena dia berada dalam
keadaan yang nyaman”
Duh…..jujur,pertanyaannnya harusnya lebih bagus dari yang saya ketik di atas.
Tapi saya lupa kalimat tepatnya, bagus sekali.

Saya yakin, si mahasiswi ini pun punya pengalaman yang ‘unik’,
sehingga bisa menghasilkan pertanyaan (atau justru pernyataan) yang demikian.
Mungkin memang, orang yang mengalami lebih banyak asam garam dalam hidupnya
diberi kesempatan oleh Tuhan untuk lebih banyak mengambil hikmah dan pelajaran
Karena katanya, kesulitan yang kita jumpai,sesungguhnya adalah jalan Tuhan untuk
mengingatkan kita untuk dekat pada-Nya dan belajar banyak hal. Mungkin ini karena
kebahagiaan justru sering membuat manusia lupa bersyukur,
beda hal nya dengan saat manusia di timpa kesulitan.

Saya pernah baca sebuah buku, dulu, saat kuliah di Surabaya
Kalau tidak salah, buku itu berisi karya2nya penyair dari negeri 1001 malam
Aah…lupa namanya….:-P

Ada cerita begini :
Ada 2 ekor kerang laut,
salah satu dari kerang laut ini hampir setiap hari mengeluh sakit
Hingga kerang yang lain terheran-heran, karena dia tidak merasakan sakit sama sekali
Berbulan si kerang terus merasa kesakitan
Dan ternyata, di dalam perut kerang itu ada mutiara,ternyata kerang ini adalah kerang mutiara
Pembentukan mutiara dalam perutnya itulah yang menyebabkan rasa sakitnya
sementara kerang yang lain, hanya kerang biasa

Tidak ada penjelasan apa makna yang terkandung di dalam cerita itu
Tapi kita bisa mengambil kesimpulan,
bahwa menghasilkan sesuatu yang luar biasa,mutiara tadi,
memang seringkali harus melewati perjuangan yang sulit dan rasa sakit
namun akan menghasilkan sesuatu yang ‘berharga’
Kalau kita memang lebih memilih untuk terus merasa aman dan nyaman
mungkin kejadiannya seperti kerang biasa tadi,
tidak banyak hal yang bisa kita dapatkan.

Kembali ke tulisan yang menginspirasi tadi,
Jadi pengen juga,bisa tidak menyusahkan anak-anak di masa tua saya
Sehat,justru bisa banyak membantunya
Karena ada banyak hal yang bisa dilakukan dan dibagi bersama jika orang tua kita masih ada
Teringat diri sendiri,bagaimana saya tumbuh,tanpa mama
Banyak andai-andai,jika saja beliau masih hidup sampai saat saya memberikannya cucu
Pengalaman dan andai-andai itu yang membuat,
Saya sangat ingin, diberi kesehatan dan berkah umur, juga suami
agar bisa membantu anak-anak kami kelak,merawat cucu-cucu kami.
Insha Allah, saya tak akan keberatan,karena saya hanya bisa meng’andai’kannya
Tapi saya berharap, anak-anak saya tak perlu berandai-andai seperti saya.
(Ya Allah, ridhoi keinginan Kami, Amiin.)

Bagi yang masih punya ke-2 nya,
Anda sangat beruntung.
Semoga kita semua mampu memuliakan mereka, orang tua kita, Insha Allah

Semoga tidak ada kata-kata yang menggurui di tulisan ini
Karena bukan itu niatnya, hanya ingin berbagi, menuliskan rasa.

Capture

7 Maret 2014
Di bulan Milad-nya Papa-ku
Luv U Yai….

Cara Membaca Penunjukkan Amperemeter DC Analog

4 Maret 2014,

Kebetulan sekali sedang ‘rajin’ bikin buku Pengukuran Listrik. Ya iyalah, dikejar deadline minggu ketiga Maret sih…wkwkwk. Nah, pas ngetik bagaimana cara membaca hasil penunjukkan dari alat ukur, kebetulan dalam hal ini adalah Amperemeter DC Analog, jadilah sekalian di posting di sini.

Ada sesuatu yang sebetulnya yang mendasari kenapa posting ini dibuat. Beberapa kejadian pada saat UAS Praktikum mendorong saya untuk membuat posting ini, Bagaimana tidak, waktu itu dibuat kaget, karena ternyata setelah 1 semester + beberapa minggu matrikulasi, masih saja ada mahasiswa yang masih belum bisa (baca : salah) membaca hasil yang ditunjukkan pada skala alat ukur, pastinya alat ukur analog.  Kok bisa??? Pada Matrikulasi, pastinya sudah diajarkan bagaimana melakukan penaksiran pada skala Baik Amperemeter, Voltmeter maupun Ohmmeter. Analog dan Digital. Selama praktikum pun, pastilah alat ukur adalah ‘peralatan tempur’nya….ya namanya Praktikum Pengukuran Listrik. Lalu kenapa yaaa….?:-(  Saya seringkali mendapat jawaban begini : ‘Selama praktikum, saya gak pernah di kasih pegang alat buk’….waduh….

Pada saat praktikum, tentu dosen dan instruktur berusaha untuk selalu mengawasi bagaimana cara mahasiswanya ‘bekerja’ untuk mendapatkan data. Termasuk membantu menyelesaikan berbagai trouble shooting yang terjadi, men-cek apakah data yang didapat sudah benar paling tidak dengan tingkat error yang kecil. Di awal perkuliahan,biasanya saya juga gak lupa untuk mengingatkan mahasiswa saya, bahwa mereka bayar sama besar untuk kuliah di sini, maka tidak ada yang punya hak lebih besar untuk menggunakan alat-alat yang ada di Lab. Semua punya hak yang sama, maka jangan pernah mau hanya jadi juru tulis. Begitu. Saya juga menyampaikan, bagi yang lebih mampu,untuk mau berbagi ilmu buat teman sekelompoknya dan tidak memonopoli. Artinya memberikan kesempatan kepada rekan-rekan satu kelompoknya untuk mencoba merangkai dan mengambil data.

Saya pikir, sebagai seorang mahasiswa, tentunya mereka sudah cukup dewasa untuk memahami apa yang sudah saya sampaikan. Me-manage sendiri, harus seperti apa bentuk kerjasamanya sehingga tujuan agar semua anggota kelompok BISA, tercapai. Tentu itu adalah salah satu penghargaan saya kepada mereka, karena menurut saya itu adalah salah satu jalan bagi mereka untuk menunjukkan mereka bukan anak kecil yang harus dipelototi dan di-dikte apa yang harus mereka rencanakan dan lakukan. Tapi ternyata…masih ada yang komplain/curhat demikian. Entahlah kalau mahasiswanya saja yang sebetulnya memang tidak berniat ambil bagian dalam setiappengambilan data kelompoknya. Dan puas hanya menjadi tukang tulis atau tukang buat tabel. Duh…

Oklah, sekarang kita kembali ke niat awal tadi. Gambar alat ukur yang saya tampilkan di sini adalah alat ukur yang biasa digunakan di Lab.RLPL. Kita mulai.

Gambar di bawah ini menunjukkan salah satu Amperemeter DC Analog. Bagian knop yang ada di atas adalah probe positif dan range (1, 3, 10 dan 30 mA). Range yang digunakan saat ini adalah   30 mA. Persamaan untuk menghitung besarnya nilai yang terukur oleh alat ukur adalah :

1

 11

Amperemeter DC Analog.

Jika dilihat lebih dekat, maka penunjukkan pointer diperlihatkan pada Gambar di bawah ini. Perhatikan ada 2 skala penuh yang bisa kita gunakan, yakni skala penuh 10 dan 30. Untuk skala penuh 10,perhatikan bahwa setiap garis kecil pada skala tersebut bernilai 0,1. Sementara pada skala penuh 30, setiap garis kecil bernilai 0,2.

12

Penunjukkan Pointer Amperemeter_1

Jika kita membaca penunjukkan jarum pada skala 10, maka penunjukkan pointer adalah tepat pada 1,9. Sehingga besarnya arus yang terukur berdasarkan persamaan tadi adalah :

4

Sementara jika yang digunakan adalah skala penuh 30,maka penunjukkan pointer adalah 5,8. Jika dilihat dengan seksama, pointer tidak berada tepat pada 5,8. Tetapi berada diantara nilai 5,6 dan 5,8. Namun lebih dekat pada nilai 5,8. Sehingga pembacaan yang benar adalah 5,8.

Dilarang membaca penunjukkan tersebut dengan nilai 5,7.Meskipun sebenarnya pointer tidak tepat berada pada 5,6 ataupun 5,8. Namun, skala yang diberikan oleh alat ukur hanyalah 5,6 atau 5,8. Oleh karena itu pemilihan pembacaan yang benar adalah pada penunjukkan pointer terdekat, yakni pada nilai 5,8.Jika pointer terlihat tepat berada di antara 2 skala yang disediakan, maka dibolehkan untuk memilih skala bawah atau atas. Maka, nilai arus yang terukur pada skala penuh 30 adalah :

5

Pada contoh lain, seperti terlihat pada Gambar di bawah ini,  jika Range yang digunakan adalah 3 mA, maka penunjukkan pada skala penuh 10 adalah diantara nilai 8,1 dan 8,2. Namun jika dilihat dari gambar, pointer lebih dekat pada nilai 8,1. Sementara pada skala penuh 30, pointer berada pada nilai 24,4. Maka nilai arus yang terukur jika menggunakan skala penuh 10 adalah :

8

6

Penunjukkan Pointer Amperemeter_2

 Sementara jika menggunakan skala penuh 30,maka besar arus yang terukur adalah :

9

Dari dua contoh yang sudah diberikan, bisa dilihat bahwa skala penuh yang manapun yang akan kita gunakan untuk membaca hasil pengukuran, akan menghasilkan pembacaan yang sama atau paling tidak berdekatan. Jika anda mendapatkan hasil yang berbeda pada skala penuh yang berbeda(padahal yang diukur sama),maka anda melakukan kesalahan, mungkin pada penaksiran skala atau pada perhitungannya.

Ingat juga bahwa nilai yang dihasilkan tidak akan mungkin lebih besar dari Range yang digunakan. baca kembali apa itu Range. Sehingga sangat mudah memastikan bahwa Anda salah taksir atu hitung, jika hasil yang Anda dapat lebih besar dari Range. Begitu.

Jadii…mudah sekali bukan.Maka sangat aneh jika masih ada yang belum ‘dapet’ bagaimana membaca hasil pengukuran dari alat ukur. Bahkan bagi mahasiswa yang sudah ini aja mainannya,maka dia sudah bisa menyimpulkan dan menemukan sendiri, tanpa harus diberitahu,bagaimana cara membaca nilai-nilai hasil pengukuran alat ukur analog, tanpa harus menghitung apalagi menggunakan Kalkulator  :-)

Semoga postingan ini bisa bermanfaat.

PCR, masih negeri di atas awan…

Curhat Pagi…

Berawal dari sesi wawancara oleh salah satu mahasiswa PCR, katanya dari S.T.A.R magazine. Meski rasa-rasa dulu pernah dengar nama ni majalah, tapi blom pernah liat bentuk jadinya alias ‘hardcopy’nya. Katanya dulu sih ada edisi cetak, tapi sulit untuk di ‘pasarkan’, sehingga sudah beberapa kali yang terbit adalah edisi pdf. Dengan harapan tetap ada yang bisa baca tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Hmmm…pasti sulit memang bikin orang mau beli majalah.

Btw, bukan itu yang sebetulnya mo diceritain sih. Ya…namanya wawancara, ya begitu, ditanya macem-macem, mulai dari: sudah berapa lama ngajar di PCR, kenapa betah di PCR, bagaimana membagi waktu antara kerja dan rumah secara ibu rumah tangga juga, pendapat tentang generasi awal PCR dan generasi terbaru di PCR, dan lain sebagainya. Masih ok…ok aja ditanya begitu. Sampai dengan satu pertanyaan yang bikin aku gelii……’Bu…apa warna favorit ibu?’. Weleh, jujur itu pertanyaan terasa aneh rasanya ditujukan buat aku. Hahahaha…..rasanya umur segini masih mau bicarain warna fav, makanan fav, minuman fav dan lain-lain yang serba fav kok rada aneh……Serasa udah ketuaan untuk ditanya yang begitu-begitu. Sudah lamaa sekali gak pernah lagi dengar pertanyaan seperti itu atau menjawab, menulis tentang hal-hal favorit. Kayaknya bikin-bikin begitu waktu duduk di SMP atau SMA gitu deh. Kuliah aja udah gak….:-D. Alhasil jadi senyum-senyum sendiri kalo inget itu. Tapi tentunya tetep di jawablah tu pertanyaan…..:-P

Dan geli sendiri saat akhirnya milih warna ungu jadi warna favorit…hahahaha…aslinya suka aja sih semua warna, jadi asbun aja tuh bilang ungu. Secara harus dijawab….hihihi. Tapi ditanya soal makanan favorit, di kepalalangsung berkelebat bayangan saat almarhumah nenek masih ada. Bagaimana setiap pagi dan petang, ada saja sajian menggiurkan di atas meja makan.Meski sudah tua, nenek rajin banget buat makanan. Tentu makanan khas daerah kelahiranku, Palembang.Jadi kangen semuanya. Biasanya pagi temennya nasgor ya kerupuk ato pempek  yang dimakan dengan cuka. Hmmm….yummy,biasanya bakal banyak habis nasgornya. Nanti siang ato sore sudah ada tekwan, model,rujak mie,kemplang tunu……ahhh…kangen semua itu….:-(  blom lagi gulai kepala ikan buatan nenek, gak ada 2-nya. Beda ma gulai kepala ikannya urang minang.

Kakek juga suka masak…..dan suka cari kuliner yang enak juga di luar rumah. Kadang jalan kaki menempuh jarak yang cukup jauh (buat daku yang muda – saat itu ;-P – tapi males jalan kali ya) hanya untuk beli makanan kesukaannya. Kakek suka masak nasi goreng pake buncis,yang kres-kres gitu…aku sukaaaa…meski kadang nasgornya rada asin di lidahku, secara kakek mungkin dah tua ya,jadi harus banyak dulu garamnya baru kerasa di lidahnya. Tapi manyossss……

Kenangan tinggal ama nenek dan kakek begitu membekas. Kayaknya dari kami 4 bersaudara,yang paling lama tinggal ama nenek dan kakek aku deh….betah ma nenek dan kakek…soalnya memang gak doyan keluar sana-sini, jadi gak ngerasa terkekang ato apa gitu tinggal sama mereka yang biasanya memang lebih cerewet dan care ama cucu-cucunya :) Aku belajar banyak hal juga dari mereka. Cerita masa mudanya,masa susahnya kakek dan nenek,jaman masih kecil-kecilnya papa dan adik-adiknya,aku dapat semua dari nenek dan kakek. Nenek juga sering curhat…..hehehe secara anaknya enem laki-laki galo, dak katek cewek….jadi mantunyo ya cewek galo (tante2 ku). Petuah nenek waktu itu: Kalau dah jadi bini uwong,jangan nak misahken anak samo uwong tuonyo. Lalu kakek nambahin : Itulah mangkonyo banyak nian wong betino ni masuk nerako. Hmmm…aku cuma manggut-manggut…….Kalo inget sekarang,rasanya kakek- nenek tu dulu sayaaaang  banget sama kami cucunya. Jadi kangeennn…:-(

Wah…gara-gara makanan favorit, nih cerita bisa kemana-mana ya…hehehe. Sesi cerita sudah selesai, sekarang tugas yang lain lagi sudah menunggu….

Pagi semua…..

Thingking……..

Banyak hal terlintas belakangan ini,

@Asap : Subhanallah, betul-betul keterlaluan oknum-oknum yang kaya raya dengan sawitnya juga tak bertanggung jawab ini. Lihat aja, sepertinya tahun ini kabut asap terlama dan terparah. Anak-anak sekolah terus diliburkan karena Dinkes yang kuatir akan dampak kabut asap ini terhadap kesehatan anak-anak. Padahal sudah dekat ujian tengah semester. Ah….sampai kapannnnnnn????? Gak sabar melihat tindakan apa yang BISA dilakukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Jangan-jangan sama saja seperti yang sudah-sudah, menangkapi oknum pembakar lahan yang hanya kaki tangan saja, tapi aktor intelektual dan kaya rayanya tetap duduk manis dan hanya sinis saja melihat dampak dari kelakuan bejatnya…….Hhhhh…kesal bukan kepalang. Orang-orang yang tetap santai saja meski dicaci maki, diumpat dan dikutuk banyak orang. Gak main-main,lihatlah kendaraan anda, tak perlu waktu berhari-hari untuk membuatnya penuh dengan debu dan material-material yang biasa terbawa oleh angin akibat dari pembakaran. Bayangkan jika itu semua dengan ‘bebas’ masuk melalui saluran pernapasan kita. Ya Allah……udah gak punya rasa manusia-manusia ini.

Lihat sekeliling….tanaman udah pada gugurin daun-daunnya, semua pohon sudah menguning, panas luar biasa, hujan yang tak kunjung turun….Ya Allah….ampuni dosa-dosa kami, turunkanlah hujan untuk meredakan semua ini Ya Rabb…..Hhhhh, betapa baru terasa bahwa udara segar yang biasa dihirup itu adalah suatu nikmat yang luar biasa…betapa mahalnya udara segar jika tinggal di RIAU ini…..

Partai mana, caleg mana yang bisa menjanjikan tidak akan ada lagi asap-asap seperti ini di tahun-tahun mendatang? Tunjuk jari, biar kami tau, mana yang bisa kami coblos…… Saya sebagai rakyat,bagian dari masyarakat, gak butuh persaingan kalian, black campaign-nya kalian….tapi bukti yang kalian tunjukkan untuk benar-benar memperjuangkan kepentingan kami, rakyat,masyarakat luas….Kalau jawabannya selalu sama: sulit memastikan komitmen di pegang dari atas sampai bawah…lalu apa kami harus menerima jawaban seperti itu? bahwa tidak ada solusi bagi masalah asap ini?….maka sesungguhnya yang layak jadi pemimpin sajalah yang seharusnya memimpin, yang sanggup dan mampu memastikan bahwa komitmen akan dipegang hingga lini terbawah….bukankah itu baru pemimpin? Ahhhhh…….oh pak Annas……kami tak perduli setua apa anda, kami hanya perduli pada apa yang bisa anda lakukan untuk masyarakat RIAU….buktikan anda memang layak…..maka siapapun anda, setua apapun umur anda, bukan masalah bagi rakyat…….kami tagih janjimu pak……:-(

@Sekolah : Libur-libur dan libur….Lalu tiba-tiba, datang jadwal UTS….Yah….katanya meski libur terus tapi bukan masalah dengan pencapaian materi belajar karena sudah diantisipasi sebelumnya. Tapi tugas berlembar-lembar buku kerja. Ini mah sama dengan ngarapin emak dan bapak di rumah buat ngajarin. Hmmm….padahal meski libur, anak-anak tetep aja main diluar rumah…..mana betah di dalam rumah….Nah, sama saja toh….malah kalo di sekolah bisa ditahan untuk selalu berada di dalam ruangan, Kalo di rumah….mana bisaaaaaa…..But…ok sepertinya kali ini harus berperan lebih besar lagi buat ngajarin anak berbagai materi-materi itu. FINE. Kak Ciwaaaa….ayoooo belajar sama Mama, jangan males dan jangan bikin suara mama gede yaaaaa….wkwkwkwk

@Telur : Kemaren-kemaren suka banget beli telur gede-gede yang isi kuningnya double. Bermula dari Kakak pengasuh di rumah yang ngenalin sama ni telur.Belinya di pasar Kamis, gitu katanya. Asyik juga,cukup dengan satu telur, bisa buat telur dadar yang biasanya dibuat dari 2 telur ukuran biasa. Beberapa kali sempat minta Kakak beli,penasaran juga pengen liat sendiri.Jadilah kapan hari Kamis lalu, diriku ajak suami ke pasar Kamis. Hmmm…jujur kok tiba-tiba ngerasa rada ‘ngeri – ngeri sedap’ juga beli ni telur. Jadi kuatir telur-telur super itu layak dan sehat untuk dikonsumsi apa gak. Penjual telur itu satu-satunya di sana. Yang lain ya……menjual telur-telur biasa. Beberapa telur yang ada di situ kerut merut gitu kulitnya. Aneh……aku memang pernah liat beberapa telur ayam yang ujung-ujung agak kerut2 gitu, tapi gak separah yang sedang kulihat saat itu.

Jadi teringat tayangan di tivi beberapa waktu sebelumnya, tentang gaya berobatnya olga itu loh, yang pake media telur. Ternyata ada yang bisa mendemonstrasikan bagaimana memasukkan beberapa benda ke dalam sebuah telur. Dan memang akan ada sedikit bekas bukaan tempat benda-benda itu dimasukkan ke dalam telur. Dan kadang kala bentuknya tidak mulus lagi, tapi bisa kerut2 gitu yang mungkin disebabkan karena pada saat proses pengerasan kembali ( dimasukkan ke air dingin) bentuk telurnya memang tidak mulus seperti sebelumnya. Nah loh, jadi takut kan. Akhirnya aku coba cari informasi. Dari salah satu penjual telur ayam yang lain,aku dapet info, katanya telur-telur itu adalah telur ayampotong yang tidak berhasil ditetaskan.Lalu dijual mereka dengan harga murah, meski kata sipenjual, harganya jauh lebih murah dari harga jualnya. Dan katanya lagi, kalodi dumai, telur-telur itu kalau ketahuan akan disita, gak boleh dijual. Weleh…makin gimana gitu…..Tapi selama aku masak telur itu,isinya sih baik2 aja gak busuk ato bau….paling beberapa kuningnya lengket di cangkang telur….tapi, klo itu sih,telur biasa juga bisa gitu kan…

Lalu aku coba cari info yang lain. Yah,namanya pedagang,bisa saja info itu ada ditambah2in, maklumlah persaingan bisnis, secara pelanggan dan pembeli si abang jual telur super itu ruameee banget. Saat pergi berbelanja ke pasar Kodim, kepada penjual telur langganan aku tanyain masalah ini. Dan memang katanya telur2 itu biasanya memang tidak ditetaskan (menggunakan alat) karena biasanya memang gak bisa berhasil. Seingga memang sudah disortir dan dijual murah. Karena memang kurang diminati karena rasanya tidak se’lomak’ telur ayam petelur yang biasa dijual. Hmmm…ada benernya, memang terasa kurang gurih deh telur-telur super itu. Ok…..cukup dapat infonya. Berbahaya ato gak, ya telur memang mengandung kolesterol kan, ntah apakah yang super punya tingkat kolesterol yang lebih tinggi. Tapi, bagaimana pun diriku sudah memutuskan untuk tidak lagi beli telur-telur super itu. Kalo memang mo dapat yang kuningnya double, bisa milih telur ayam petelur yang ukurannya jumbo juga,itu juga isi double….hehehehe

@ Negeri di atas awan (lantai 2), Rumbai,26 Feb 2014

Fadhli yang Ngangenin….

2014-02-11 19.59.17

Fadhli : Ma….pai mau makan….

Mama : Makan pake apa ?

Fadhli : Pake telur mata ayam…

Mama,Papa,K Ciwa: Hahahahaha….

Fadhli : Ehhh…..telur mata sapi…(sambil cengengesan), kalo gak telur mata fadhli aja….

Begitulah, fadhli dengan segala tingkah lakunya yang bikin gemes, bikin ngakak,juga tentu saja, ……bikin kesel :-D. Alhamdulillah, bersyukur sekali setiapmelihat anak-anak tumbuh dengan sehat. Meski perkembangan kemampuan belajarnya gak secepat Kak Ciwa dulu, tapi kemampuan motoriknya jauh lebih cepat. Pada masa ini, pelan-pelan aku belajar, bahwa setiap anak memiliki bakat dan kelebihannya masing-masing. Meski aku tetap berharap, untuk urusan belajar, semakin besar fadhli akan semakin tau akan tanggung jawabnya untuk belajar.

Jarak umur yang lumayan jauh dari kakaknya, 3,5 tahun-an, mungkin membuat fadhli merasa menjadi yang paling kecil dan jadi manja. Kalosoal berantem ma kakaknya…beugh….ampun deh,bisa bikin kesel serumah.Pokoknya tiada hari tanpa jeritan. Kalau bukan si kakak yang manas-manasi, ya adeknya yang jadi biang kerok. Fadhli mirip papanya soal yang begini, usil minta ampun….hihihihi. Doyan banget liat kak Ciwa njerit-njerit. Semakin kuat semakin dinikmati kayaknya. Alhasil, pasti ada yang nangis deh salah satu dari mereka.

Kenangan Fadhli kecil seringkali bikin emak dan babenya senyum-senyum sendiri.Gimana gak, sejak pulang dari RS Eria bunda hingga 1 bulan setelahnya, fadhli bikin mama dan papa begadang setiap malam. Baca-bukan hampir setiap malam, tapi SETIAP malam. Entah kenapa, fadhli kecil tidur di siang hari, tapi mulai begadang mulai dari isya sampai dengan subuh. Bukan hanya terbangun, tapi menangis tiada henti. Dan uniknya, gak mau kalo cuma disusui sambil tidur.Mintanya selalu digendong, bahkan kalo digendong sambil duduk di atas tempat tidur pun dia seakan tau. Yang awalnya udah diem, bisa meledak lagi nangisnya. Alhasil, daku dan misua harus giliran berjaga. Tangan bener-bener peugellll karena terus2an mengendong sambil di ayun pelan-pelan. Kasihan misua, kurang tidur dan harus masuk kantor. Pernah suatu kali misua nanya,

‘Kak Ciwa gini juga waktu di Lhokseumawe, Ma?’.

Aku jawab ; Iya, tapi gak sebegini kali.

Tentu saja si papa gak tau dan gak ngalami jamannya kak Ciwa sekecil fadhli saat itu. Soalnya diriku masih di tempat ortu di Lhokseumawe. Temen begadangku ya…ibu ku. Terus, katanya :

‘Nanti kalo ada bayi lagi, Mama di jakarta aja dulu ya…..’

Hahahaha….aku bilang, : Yeeee…mau enaknya aja papa ni. Tuh kan baru tau seperti apa Mama dulu di Lhokseumawe, ujarku.’

Tapi memang sampe hampir sakit misua dibuatnya. Alhamdulillah, betul-betul setelah sebulan umurnya, fadhli udah gak terlalu sering nangis dan bikin begadang yang gak nahan itu. Aku pernah dengar dari salah seorang teman, anaknya seperti fadhli juga, bahkan baru berhenti setelah 3 bulan. Subhanallah….luar biasa banget harus ortunya kan.

Fadhli tumbuh jadi anak yang lucu,sangat….:) (ya iyalah, kan emaknya yang ngomong). biarpun hidungnya gak semancung kak Ciwa, tapi tetep ganteng….wkwkwkwk. Karena gak pengen hidungnya terlalu beda ma Kak Ciwa, sejak kecil emak dan babenya ini selalu narik batang hidungnya. Kadang ampe merah gitu…hahahaha. Tapi kayaknya gak ngaruh deh. Walo begitu, alis fadhli yang lebat dan rapi, bulu matanya yang lentik jadi pesona sendiri tentunya :-).Ya….bulu mata fadhli beda ma kak ciwa. Kalo soal yang ini, kak Ciwa kalah.Bulu mata kak Ciwa panjang, tapi lurus ke bawah, gak lentik, persis bulu mata papanya.Kalo bulu mata fadhli, panjang dan lentik, meski bukan turunan mamanya hehehe. Bulu mata seperti itu seperti bulu mata adik laki-lakiku, om nya mereka.

Toh, setiap kali kami pergi ke swalayan,mall atau kemana pun, oarang gak pernah tuh bilang tentang hidungnya fadhli, tapi justru :’Ihhh…bulu matanya lentik kali…..’ atau ‘ Lebat kali alis matanya yaaaa’……atau ‘Ganteng kali adek ini’……hahahaha. Jadi kata papanya, gak perlu kuatir…..wkwkwkwk. Meski kalo tantenya lebih ‘polos’ dengan bilang : ‘Kok gak mancung kayak kak Ciwa….’ hehehehe.

Kalo soal disuruh belajar…..hmmm…..ampun-ampun deh. Kalo dulu kak ciwa gak perlu disuruh udah ambil buku dan belajar alphabet sendiri, fadhli justru berbeda. Sulit banget nyuruh fadhli untuk betah dengan apa yang sedang dipelajarinya. Lima menit juga blom tentu. Jadi rasanya cara belajar dengan menggunakan lagu-lagu terasa jauhh lebih efektif buat fadhli. Soalnya dia bisa belajar sambil main, gak perlu melototin buku, tv, cukup mendengarkan sambil main mobil-mobilan kesukaannya.

Bukan cuma di rumah,di sekolah pun begitu. Awalnya aku dan papanya masukin fadhli sekolah supaya gak bosen dirumah, supaya bisa main sambil belajar sosialisasi. Oleh karena itu kami daftarkan dia di playgroup. Tapi memang sedikit aneh, justru fadhli dimasukkan ke TK A dengan alasan umurnya sudah cukup. Padahal aku tau, fadhli belum bener-bener siap untuk mulai belajar dengan tertib. Tapi akhirnya aku dan suami memutuskan ikutisaja dulu. Jika memang harus 2 tahun di TK A atau B, ya gak papa.Dan terbukti, fadhli belum bisa belajar dengan tertib.Masih jalan sana sini, gak mau duduk di tempatnya untuk waktu yang lama. Namun cerita gurunya (dan memang seperti itu yang terjadi juga di rumah), fadhli memang gak mau diajarin, gak mau nyimak, tapi nanti, akan ada saat dimana dia akan mengulang apapun yang tadi diceritakan gurunya. Begitulah cara belajar fadhli. Gak mau nyimak, gak mau nurut, tapi apa kata kita direkamnya :-)

Mau gak mau, aku harus ekstra belajar lagi, supaya bisa mengontrol fadhli. Kadang aku pikir, kenapa fadhli gak kayak kakaknya aja, kan emaknya gak capek…hihihihi…maunyaaa….tapi ya sadarlah,bahwa keberadaannya memang jalan buat emak babenya agar lebih ‘rajin’ liatin anak dan belajar lebih banyak lagi.

Satu lagi kelebihan dari fadhli dibanding sang kakak. Kemampuannya tentang nada-nada lebih baik dari kakaknya. Sebentar saja mendengar, fadhli bisa menyayikan lagu yang baru didengarnya bahkan dengan sedikit sekali nada fals. Sementara kak ciwa, kadang harus belajar beberapa kali utntuk dapat nada yang tepat. Kadang terpikir, ingin sekali fadhli bisa baca Al-Qur’an dengan baik,bukan hanya ‘lagu’nya tapi juga tajwidnya.

Semoga fadhli besar akan sangat sadar akan tanggung jawabnya dan bisa jadi anak sholeh yang sukses dunia dan sukses akhirat, yang akan membanggakan mama dan papa di dunia dan di akhirat, Amiiin…

 

 

 

Syukur di Milad-35

20140211_20394811 February 2014,

Subuh,seperti biasa,suamiku bangun lebih dulu..

‘Selamat Ulang Tahun Mama’,ucapnya syahdu…..

Lalu,  ‘Berapa sekarang Ma? 35 ya….udah tua Ma…ucapnya sembari senyum penuh arti

Kubalas dengan senyum, namun ada getar di hati, ;

‘Ya Allah, selama 35 thn apa yang sudah aku tabung…

Sepanjang hari, Subhanallah , banyak kebahagiaan menghampiri

Pulang istirahat siang, ada surprise, :)

Dua coklat putih dan pink ….

Aku tertawa, lucu sekaligus setengah tak percaya

Masalahnya, ini bukan kebiasaannya,

Meski pengertian dan perhatiannya sangat luar biasa….:)

Dalam hati aku terharu, melihat usahanya untuk membuat hari ini menjadi special

Setelah sholat maghrib di Masjid, ritual makan malam diluar pun kami jalani

Kali ini tempat yang dipilih suamiku adalah Pizza Hut,

Sedikit aneh,biasanya kue ultah sudah ada di depan kami,

Tapi tidak kali ini,….hmmm….apa tidak ada lagi kue ultah,pikirku.

Aku mulai merasa kasihan pada anak-anak

yang pasti sudah berharap makan kue ultah malam ini

Setelah memesan tempat dan makanan, suamiku bilang mau ke toilet

Tapiiii….gila aja,kok lamaaa bangettt….

Ampe kak Ciwa gak sabar ngambil soup pesanannya

karena kuminta untuk menunggu papanya datang, kuatir gak kuat nahan panasnya..

Tapi ternyata, pas balik, tangan si papa penuh tentengan,

Tentu saja kotak kue ultah dari Toko seberang Mall yang disukai anak-anak

dan…….setangkai mawar merah…..

Surprise nomor 2….

Lagi-lagi,cuma bisa senyum, haru…

Dalam hati kuucapkan sebait do’a baginya, bagi keluarga ini….

Usut punya usut, ternyata lamanya si papa pergi karena beli si mawar merah itu

Dari siang niatnya mo cari mawar, tapi gak nemu

Jadilah beli 2 tangkai coklat putih dan pink bentuk hati sebagai penggantinya,

Ternyata, tadi di jalan menuju Mall, sempat terlihat olehnya ada yang jual bunga

di pelataran Toko dekat Mall, ternyata itu sebabnya lama banget ke ‘toilet’

‘Kok bisa keliat sih pa,di sebelah mana? Mama gak ngeliat tadi’, penasaran…

‘Iya tadi papa liat, itulah…. Allah yang nunjukkin ke papa,

karena mau kasih surprise untuk Mama’,ucapnya menggoda

Lagi,aku senyum, tapi mewek dalam hati….

Alhamdulillah, nikmat manalagi yang sanggup aku dustai…..

Wejangan, nasehat terus mengalir dari bibirnya

Yang kubalas dengan anggukan…

Semoga Allah senantiasa menuntun kita untuk tau bersyukur,

dan sadar untuk berusaha menjadi lebih baik,Amiin

20140211_121602               20140215_133413

Rumbai, 15February2014,

Tepat di  tahun ke-11 pernikahan kami

‘My Dad in My Life’

My Dad in My Life,

Capture

Sejak melihat tayangan Kick Andy hari Minggu lalu, aku pengen banget beli buku ini.

Udah gak sabar buat ngajak suami dan anak-anak ke Gramedia 😀

Begitulah, selalu ada orang tua – orang tua hebat di balik kesuksesan anak-anaknya.

Kisah yang diceritakan oleh Helmi dan Tantowi, begitu menyentuh.

Bagaimana orang tua kadang terlihat sangat otoriter,

namun sebetulnya mereka sedang ‘menjalin’ benang-benang kebahagiaan

bagi anak-anak mereka.

Dengar saja apa kata Helmi,begitu banyak juara dan predikat ini itu yang dia sandang,

namun ayahnya hampir tidak pernah memberikan apresiasi.

Namun dasar mentalnya orang sukses kali ya,

sehingga dengan apa yang dilakukan ayahnya,

membuat dia merasa butuh lebih banyak prestasi

agar mendapatkan apresiasi dari sang ayah.

Dan benar saja, saat yang diimpikan itu pun menghadirkan haru,

di saat ayahnya menangis dan memeluknya erat karena prestasi nasional yang diraihnya.

Ayah, Papa, memang punya cara yang berbeda sepertinya dengan Ibu

Diciptakan untuk menjadi pribadi yang lebih tegar

membuat para ayah tak mudah menunjukkan isi hati yang sebenarnya…

Aku ingat saat pernah mendengarkan wawancara di TV

tentang hubungan antara Shahnaz Haq dengan almarhum ayahnya.

Bagaimana shahnaz merasa bahwa ayahnya tidak pernah memperhatikannya,

sehingga ia terbentuk menjadi pribadi yang penentang, hingga suatu kali,

ia melihat ayahnya sedang duduk berdo’a dan salah satu dari do’a – do’a yang diucapkan

adalah do’a untuknya…..

Betapa ayah,papa,juga adalah bagian terhebat dalam perjalanan hidup kita.

Mendengarkan sharing dari Helmi Yahya dan Tantowi Yahya yang begitu menyentuh,

membuatku merasakan rindu yang dalam pada Papa

Haru, sampai Ciwa pun berkali-kali menoleh, memandang, meski tanpa tanya

Entah dia mengerti atau tidak, apa yang sedang dirasakan Mamanya.

Aku bukanlah orang sukses seperti mereka,

namun punya kenangan yang sama luar biasanya tentang sosok Ayah,

Teringat kalimat penutup Helmi Yahya di acara Kick Andy,

‘Saat saya sedang menghadiri suatu acara yang sangat menyentuh,

ada yang bertanya kepada saya,

‘Ini saya baru dapat gaji pertama, apa yang harus saya lakukan?’

maka saya katakan: Berikan kepada ibu mu, selagi masih sempat’

Lalu Helmi dan Tantowi terlihat menahan tangis…

Karena menurut cerita mereka,

kesuksesan mereka tidak bisa dirasakan langsung oleh kedua orangtua meraka.

Ah…..ingin segera baca bukunya.

Tunggu cerita lanjut tentang isi bukunya….hehehe

papa2

Danau Atas-Bawah : Tour de SumBar : Day-3

Danau Atas dan bawah atau yang dikenal dengan nama Danau Kembar, terlihat seperti bukan daerah wisata. Tidak banyak yang ditawarkan di daerah wisata ini, selain naik Boat mengelilingi danau. Persis seperti Tour Sumbar tahun 2012 ke Danau Singkarak, tempat istirahat dan makan pun hanya seadanya. Sayang, daerah wisata yang terkenal ini sepertinya kurang dirawat.

Harapan kami menemukan banyak ikan danau baik basah atau kering yang dijual disekitar tempat wisata ini pun hanya tinggal harapan. Kata Bapak tua yang punya Boat, ‘ Di danau ini tidak banyak ikan ‘. Hmmm…sayang sekali, pikirku. Alhasil,cuma bisa menikmati keindahan sekeliling danau dengan Boat tua yang juga seadanya.

Namun, semua cukup tergantikan dengan keindahan pemandangan kebun teh di kiri dan kanan jalan. Sejak Tur Sumbar 2012, Kak Ciwa selalu nagih janji untuk dibawa melihat kebun teh di Sumbar. Udara sejuk yang bener-bener bikin betah….:-).Beda sekali dengan pekanbaru.

2014-01-02 12.10.26

Melihat pemandangan sekitar danau Atas.

2014-01-02 12.10.15

Walau bagaimanapun, tetap ingin merasakan naik Boat mengitari Danau Atas.

O ya, naik Boatnya di danau Atas, bukan di danau bawah. Soalnya katanya kalau danau bawah itu daerahnya curam. Jadi kita tidak bisa turun melihat Danau dengan dekat, hanya panorama saja.